Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Konser Djakarta Warehouse Project (DWP) Tercoreng: Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi, Turis Malaysia Kecewa

Jumat, 27 Desember 2024 | Jumat, Desember 27, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T21:26:11Z


Jakarta, 27 Desember 2024 – Gelaran musik akbar Djakarta Warehouse Project (DWP) tahun ini diramaikan dengan isu tak sedap. Acara yang menjadi magnet wisata internasional ini viral di media sosial setelah sejumlah turis Malaysia mengaku menjadi korban dugaan pemerasan oleh oknum polisi Indonesia.

Pengakuan tersebut mencuat melalui platform TikTok, di mana para turis menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap perlakuan aparat saat menghadiri konser. "Kapok lah ga akan main ke Indo lagi," tulis salah satu pengguna TikTok asal Malaysia. Lainnya menambahkan, "Kami tidak merasa aman sama sekali datang ke acara ini. Pengalaman yang paling buruk."

Pemerasan Bermodus Pemeriksaan Urine

Dalam unggahan viral itu, turis Malaysia mengklaim diminta menunjukkan paspor mereka di tengah kerumunan konser, lalu dipaksa menjalani tes urine tanpa alasan yang jelas. Tuduhan tersebut membuat warganet mengecam tindakan aparat yang dinilai merusak citra Indonesia di mata dunia.

Menanggapi isu ini, Polri bertindak cepat. Sebanyak 18 personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran telah diamankan oleh Divisi Propam Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Polri Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Brigjen Trunoyudo, dalam keterangan persnya, menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan anggotanya. "Polri berkomitmen menegakkan hukum untuk meningkatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, memastikan kasus ini akan dibawa ke sidang etik pekan depan. "Kami rencanakan minggu depan sudah dilaksanakan sidang kode etik," ungkapnya di Jakarta, Selasa (24/12).

Dampak Terhadap Pariwisata dan Citra Indonesia

Kasus ini memicu keprihatinan berbagai pihak, mengingat DWP adalah salah satu acara internasional yang kerap menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Dugaan pemerasan ini berpotensi merusak reputasi Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman dan ramah.

Publik kini menunggu tindakan tegas dari Polri untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Apakah kasus ini akan menjadi pelajaran besar bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya? Tunggu perkembangan lebih lanjut.

×
Berita Terbaru Update