Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan bahwa pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2024 di sejumlah daerah sejauh ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Belum ada laporan-laporan yang mengkhawatirkan. Sejauh ini masih lancar,” ungkap Bima di Jakarta, Minggu (7/12/2024).
PSU dan Peran Kemendagri
Sebanyak 496 tempat pemungutan suara (TPS) tercatat melakukan berbagai bentuk pemungutan suara tambahan, yang meliputi:
- 149 TPS menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).
- 242 TPS melaksanakan Pemungutan Suara Susulan (PSS).
- 102 TPS menjalankan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL).
Bima menjelaskan, peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pelaksanaan PSU terbatas pada memfasilitasi kebutuhan teknis, terutama dalam hal pengamanan. Pengawasan pelaksanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Sudah ada mekanismenya, dan Bawaslu yang bertugas mengawasi. Kemendagri hanya memfasilitasi pengamanannya, termasuk melibatkan linmas, serta memastikan koordinasi di tingkat wilayah,” jelas Bima di depan puluhan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.
Kondisi Aman dan Terkendali
Bima juga menekankan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi gangguan keamanan di lokasi-lokasi PSU. “Sejumlah daerah yang menggelar PSU menunjukkan kondisi yang kondusif baik dari sisi pelaksanaan maupun keamanan,” tambahnya.
Dukungan Kemendagri untuk Demokrasi
Sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan Pilkada 2024, Kemendagri berkomitmen memfasilitasi seluruh kebutuhan yang diperlukan. Hal ini termasuk penguatan pengamanan di tingkat lokal melalui koordinasi lintas instansi.
Dengan lancarnya pelaksanaan PSU di berbagai daerah, diharapkan agenda Pilkada 2024 tetap mencerminkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dukungan semua pihak, baik dari pemerintah, pengawas, maupun masyarakat, menjadi kunci suksesnya pesta demokrasi ini.
