Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Beberapa Guru di Karangnunggal Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Minggu, 12 April 2026 | Minggu, April 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-12T06:44:55Z

Kasus dugaan penipuan investasi bodong yang menyasar kalangan guru pengajar kembali terjadi di wilayah Tasikmalaya Selatan. Kali ini, puluhan tenaga pendidik di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, diduga menjadi korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Modus penipuan yang digunakan pelaku berupa penawaran kerja sama pemodalan dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Para korban dijanjikan bagi hasil tinggi melalui skema investasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan bernama PT Panghegar Manah Barokah.

Perusahaan tersebut diketahui beralamat di Kampung Datarkadaka RT 012 RW 004, Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam praktiknya, pelaku menawarkan program investasi dengan sistem setoran modal awal yang diklaim akan diputar dalam berbagai usaha produktif.

Salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa awalnya investasi berjalan lancar dengan adanya pembayaran keuntungan sesuai janji. Namun, setelah beberapa bulan, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya berhenti total.

“Awalnya kami percaya karena ada bukti transfer keuntungan. Tapi lama-kelamaan macet, dan sekarang pihak perusahaan sulit dihubungi,” ujarnya.

Para korban yang sebagian besar merupakan guru ini mengaku tertarik karena tawaran keuntungan yang cukup besar serta adanya ajakan dari rekan sesama tenaga pendidik, sehingga kepercayaan semakin tinggi.

Kasus ini kini mulai ramai diperbincangkan di lingkungan pendidikan setempat. Sejumlah korban dikabarkan tengah berupaya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Aparat setempat diharapkan segera melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan praktik penipuan tersebut serta memberikan perlindungan hukum bagi para korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak, khususnya kalangan tenaga pendidik, agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan skema investasi yang belum jelas legalitas dan transparansinya.


×
Berita Terbaru Update