Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bencana Angin Beliung di Surabaya Rusak Rumah Warga, Pemkot Bahu-Membahu Perbaiki Kerusakan

Selasa, 03 Desember 2024 | Selasa, Desember 03, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T21:26:13Z


Surabaya, 2 Desember 2024 – Bencana angin beliung yang terjadi pada Jumat, 29 November 2024, di Surabaya telah membawa dampak signifikan bagi ratusan keluarga. Wilayah yang paling terdampak adalah Kelurahan Manyar Sabrangan dan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo. Bencana alam yang terjadi di akhir pekan tersebut merusak rumah warga, dengan kerusakan terutama terjadi pada atap rumah yang mayoritas terbuat dari bahan asbes.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, sebanyak 102 rumah mengalami kerusakan ringan akibat terjangan angin kencang tersebut. Dari jumlah itu, 77 rumah berada di Kelurahan Manyar Sabrangan dan 25 rumah lainnya di Kelurahan Mulyorejo. Selain itu, angin beliung juga menyebabkan 22 pohon tumbang, yang menambah kerusakan dan menghalangi beberapa akses jalan di kedua kelurahan tersebut.

Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di sebagian besar rumah adalah pada bagian atap, yang sebagian besar terbuat dari asbes. "Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap rumah yang mayoritas berbahan asbes," ujarnya. Angin beliung yang datang secara tiba-tiba ini mengguncang daerah tersebut, mengingat wilayah Surabaya biasanya tidak begitu sering terdampak oleh bencana angin kencang seperti ini.

Menghadapi kerusakan yang cukup luas, Pemkot Surabaya segera merespons dengan melakukan perbaikan bersama masyarakat setempat dan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Proses pemulihan dimulai dengan upaya membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang, serta memperbaiki rumah-rumah yang rusak agar warga bisa segera kembali ke rumah mereka.

Bencana ini juga menambah beban bagi warga yang sudah terbiasa dengan cuaca ekstrim lainnya, mengingat Surabaya memang dikenal dengan iklim panasnya yang kadang disertai dengan angin kencang. Namun, dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kerusakan dapat diminimalkan dan kehidupan warga bisa segera kembali normal.

Bencana angin beliung di Surabaya ini juga menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemkot Surabaya bersama dengan BPBD terus berupaya meningkatkan sistem peringatan dini dan mempersiapkan infrastruktur yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Bagi warga yang terdampak, bantuan darurat juga telah disalurkan oleh pihak terkait guna meringankan beban mereka pasca-bencana.

×
Berita Terbaru Update