Washington, D.C. — Dua calon pilihan presiden terpilih Donald Trump untuk posisi strategis di pemerintahan mendatang menarik diri dari pertimbangan. Sheriff Hillsborough County, Florida, Chad Chronister, yang dicalonkan memimpin Badan Penegakan Narkoba (DEA), dan mantan anggota Kongres Florida, Matt Gaetz, yang dijagokan sebagai Jaksa Agung, mengumumkan pengunduran diri mereka dengan alasan berbeda.
Chad Chronister Mundur dari Pencalonan DEA
Chad Chronister, dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang penegakan hukum, mengundurkan diri dari pencalonan untuk memimpin DEA. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform X, ia mengungkapkan bahwa beban tanggung jawab besar tersebut membuatnya memutuskan untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai sheriff.
"Selama beberapa hari terakhir, ketika beban tanggung jawab yang sangat penting ini mulai terasa, saya memutuskan bahwa saya harus dengan hormat mengundurkan diri dari pertimbangan," tulis Chronister.
Chronister menyebut pencalonannya sebagai "kehormatan seumur hidup" dan berterima kasih atas dukungan rakyat Amerika. Ia juga menyatakan komitmennya untuk tetap mengabdi sebagai Sheriff di Hillsborough County. Sebelumnya, Trump menunjuknya pada Sabtu lalu, dengan harapan sheriff Florida ini akan membantu memperkuat keamanan perbatasan dan menekan perdagangan narkoba ilegal.
Matt Gaetz Tarik Diri dari Pertimbangan Jaksa Agung
Sementara itu, Matt Gaetz, mantan anggota Kongres dari Florida, juga mengundurkan diri dari pencalonan sebagai Jaksa Agung AS, pejabat tertinggi penegak hukum di negara tersebut. Keputusannya datang di tengah kontroversi seputar laporan investigasi tentang tuduhan pelecehan seksual dan penggunaan narkoba ilegal yang dialamatkan kepadanya.
Gaetz berulang kali membantah tuduhan tersebut, tetapi ia menyebut kontroversi ini "menjadi gangguan yang tidak adil" bagi pencalonannya.
Trump Hadapi Tantangan dalam Penyusunan Kabinet
Pengunduran diri Chronister dan Gaetz menambah tantangan bagi Donald Trump dalam menyusun tim pemerintahan keduanya. DEA, lembaga yang bertanggung jawab untuk penegakan hukum terkait narkoba, memainkan peran penting dalam mengatasi perdagangan narkoba ilegal, sementara Jaksa Agung adalah ujung tombak dalam sistem penegakan hukum AS.
Dengan dua pengunduran diri ini, perhatian kini tertuju pada pilihan Trump berikutnya untuk kedua posisi tersebut.
