Berdasarkan laporan Tempo, asosiasi kepala desa di bawah organisasi Desa Bersatu secara terang-terangan mengakui dukungan mereka untuk Andra-Dimyati. Muhammad Asri Anas, Ketua Umum Desa Bersatu, mengungkapkan bahwa para kepala desa mendukung Andra karena dia menyetujui konsep bantuan keuangan khusus yang mereka ajukan.
Di sisi lain, Asep menuding kepolisian dan kejaksaan turut memainkan peran dalam membatasi gerak tim Airin-Ade, terutama pada minggu terakhir sebelum pemungutan suara. “Ini bukan hanya soal politik uang. Ada tekanan sistematis yang melibatkan kekuatan aparat negara untuk memenangkan satu pihak,” tambahnya.
Netralitas Kepolisian di Bawah Sorotan Tajam
Kapolri Jenderal Listyo Sigit sebelumnya menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas aparat dalam Pilkada 2024. Namun, pernyataan tersebut terasa ironi di tengah tudingan manipulasi yang melibatkan institusi kepolisian.
“Polri sudah berkomitmen netral, tetapi isu ini akan selalu menjadi perhatian. Kami meminta seluruh personel untuk berhati-hati demi menjaga kredibilitas,” kata Listyo beberapa waktu lalu.
Namun, apakah seruan ini benar-benar terwujud di lapangan? Fakta bahwa tim Airin-Ade merasa dikekang oleh aparat menunjukkan sebaliknya.
Langkah Hukum: Pertarungan untuk Demokrasi atau Sekadar Formalitas?
Asep memastikan timnya tidak hanya bertujuan memenangkan gugatan, tetapi juga memperjuangkan demokrasi yang bersih. “Ini bukan semata untuk kemenangan kami. Ini untuk menunjukkan kepada publik bahwa pilkada harus berjalan dengan adil tanpa intimidasi,” tegasnya.
Namun, dengan dominasi politik dan dukungan institusi negara yang kuat, akankah langkah ke MK mampu mengubah hasil pilkada? Ataukah ini sekadar babak baru dalam saga manipulasi politik Banten?
Pilkada Banten 2024 kini menjadi cermin buram demokrasi Indonesia. Di balik jargon pemilu bersih, dugaan "permainan kotor" terus mengemuka. Jika hal ini dibiarkan, maka demokrasi yang diimpikan hanya akan menjadi bayang-bayang semu dari sistem yang semakin kehilangan legitimasi. Perang belum usai, dan suara rakyat benar-benar dipertaruhkan.
