Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

38 Ribu Warga Masih Menganggur, Pemkab Tasikmalaya Genjot Pelatihan Kerja dan Program ke Jepang

Jumat, 15 Mei 2026 | Jumat, Mei 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T06:22:44Z
Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menekan angka pengangguran yang hingga tahun 2025 masih tercatat mencapai lebih dari 38 ribu orang. Dari total sekitar 1,9 juta penduduk Kabupaten Tasikmalaya, puluhan ribu warga tersebut belum memiliki pekerjaan.

Berbagai program dan formulasi disiapkan melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Kabupaten Tasikmalaya guna mengurangi angka pengangguran secara bertahap.

Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, dr H Faisal Seoparianto MSi mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya sebenarnya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Namun berdasarkan data tahun 2025, jumlah pengangguran masih berada di angka sekitar 38 ribu orang.

Menurut Faisal, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program untuk menekan angka tersebut, salah satunya melalui pelatihan vokasi dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, termasuk melalui program IM Japan.

Pelatihan tenaga kerja tersebut dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK), serta IM Japan sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat agar siap memasuki dunia kerja.

“Langkah ini sebagai upaya untuk penyerapan tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya bisa ditekan,” ungkap Faisal.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berupaya mendatangkan investor agar membuka usaha dan perusahaan di Kabupaten Tasikmalaya sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Upaya lainnya dilakukan melalui pelaksanaan job fair, baik secara online maupun offline, untuk mempertemukan para pencari kerja lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Faisal menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya pembangunan Rumah Sakit Persis di wilayah Ciawi, Tasikmalaya Utara yang diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja.

DPM-PTSP-TK juga membentuk tim kerja daerah vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.

“Seperti contoh membuat kerajinan bambu, bordir, jahit sehingga ketika mempunyai skill dapat direkrut perusahaan sehingga menyerap tenaga kerja dari sektor UMKM,” tambah Faisal.

Sementara itu, Kabid Ketenagakerjaan DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Heri Susanto SSos MSi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menargetkan penurunan angka pengangguran hingga 30 persen.

Untuk mendukung target tersebut, pihaknya juga akan memperkuat kerja sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Tasikmalaya.

“Selain upaya dan program yang sudah dilaksanakan, dinas juga akan melakukan MoU atau kerja sama dengan 136 SMK agar ada BKK yang melatih bahasa Jepang melalui kegiatan ekstrakurikuler sehingga lulusan SMK dapat didorong bekerja ke luar negeri,” ujar Heri.
×
Berita Terbaru Update