Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BPS: 9,48 Juta Orang Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta Sejak Pandemi Covid-19

Sabtu, 07 Desember 2024 | Sabtu, Desember 07, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T21:26:13Z


Fenomena penurunan kelas ekonomi masyarakat kelas menengah di Indonesia telah menjadi perhatian serius sejak pandemi Covid-19 melanda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kelas menengah di Indonesia menurun drastis dari 57,33 juta orang atau 21,45% dari total penduduk pada 2019 menjadi hanya 47,85 juta orang atau 17,13% pada 2024. Artinya, ada 9,48 juta orang yang turun kelas.

Sebaliknya, jumlah kelompok kelas menengah rentan (aspiring middle class) meningkat dari 128,85 juta (48,20%) pada 2019 menjadi 137,50 juta (49,22%) pada 2024. Kelompok masyarakat rentan miskin juga membengkak, dari 54,97 juta orang (20,56%) pada 2019 menjadi 67,69 juta orang (24,23%) pada 2024.

Efek Bekas Pandemi Covid-19
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan masih ada efek jangka panjang atau scarring effect dari pandemi yang memengaruhi ketahanan ekonomi kelas menengah. "Banyak kelas menengah kesulitan naik ke kelas atas, dan mereka lebih rentan jatuh ke kelompok kelas menengah rentan atau rentan miskin," ujarnya, Sabtu (7/12/2024).

Data BPS menunjukkan bahwa batas atas pengelompokkan kelas menengah pada 2024 adalah pengeluaran sebesar Rp 9,90 juta per bulan, sedangkan batas bawahnya sebesar Rp 2,04 juta. Namun, modus pengeluaran kelas menengah justru mendekati batas bawah, yakni Rp 2,05 juta, mencerminkan rentannya kelompok ini.

Gaya Hidup dan Faktor Ekonomi Lainnya
Ekonom senior Bambang Brodjonegoro menyoroti faktor gaya hidup masyarakat, seperti ketergantungan terhadap air kemasan, sebagai salah satu penyebab turunnya kelas menengah. "Konsumsi air galon atau botol secara tidak sadar menggerus pengeluaran mereka," kata Bambang di kantor Kadin.

Selain itu, pandemi Covid-19, suku bunga tinggi, nilai tukar rupiah yang melemah, dan kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras akibat El Niño turut memperparah kondisi kelas menengah. Banyak dari mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kebangkrutan bisnis, dan menghadapi tekanan ekonomi yang berlipat ganda.

Bambang juga menyoroti dampak judi online terhadap ekonomi masyarakat. "Judi online sangat adiktif dan cepat menguras pendapatan," ujarnya, mengingatkan bahwa fenomena ini dapat mempercepat penurunan daya beli kelas menengah.

Upaya Pemulihan
Kondisi ini memerlukan langkah serius dari pemerintah untuk mengatasi tantangan ekonomi yang membelit kelas menengah. Penanganan inflasi, pemberian akses pekerjaan yang stabil, serta pengendalian harga kebutuhan pokok dinilai menjadi kunci untuk mencegah lebih banyak masyarakat jatuh ke kelas ekonomi yang lebih rendah.

×
Berita Terbaru Update