Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Prabowo Subianto Peringatkan Ancaman Global: "Perang Besar Bisa Menyeret Indonesia"

Rabu, 04 Desember 2024 | Rabu, Desember 04, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T21:26:11Z


Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman konflik global yang bisa berdampak pada Indonesia. Dalam pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang, NTT, Rabu (4/12/2024), Prabowo menegaskan pentingnya kewaspadaan atas situasi geopolitik dunia, mengingat posisi strategis perairan Indonesia yang menjadi jalur vital perdagangan internasional.

"Jangan terlalu lengah, jangan terlalu santai," ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden. "Kita non-blok, kita tidak memihak, tapi 40 persen perdagangan dunia lewat perairan kita."

Indonesia di Tengah Perang Global

Prabowo menyoroti ketergantungan negara-negara besar seperti China, Korea Selatan, dan Jepang pada perairan Indonesia. Sekitar 70 persen pasokan energi mereka melewati jalur ini, menjadikannya potensi titik panas jika konflik besar pecah.

"Bisakah kita tidak terseret jika terjadi perang besar?" tanyanya retoris, merujuk pada risiko Indonesia menjadi bagian dari eskalasi global.

Konflik Dunia yang Mengkhawatirkan

Prabowo juga memaparkan gambaran suram konflik yang sedang berlangsung di berbagai belahan dunia:

  • Perang Rusia-Ukraina yang melibatkan peluru jarak jauh negara-negara Barat.
  • Ketegangan di Timur Tengah, Taiwan, dan Korea Utara yang terus meningkat.
  • Prediksi pakar tentang kemungkinan perang nuklir di Eropa yang dapat membawa bencana global.

Seruan Kewaspadaan

Dalam pidatonya, Prabowo menyerukan persatuan dan kesiapan nasional untuk menghadapi potensi dampak konflik internasional. "Kita menghormati semua negara, tetapi kita juga harus menjaga kedaulatan kita dan melindungi kepentingan nasional," tegasnya.

Peringatan ini menggema di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Dengan perairan Indonesia sebagai jalur perdagangan strategis dunia, Indonesia tidak hanya berada di tengah jalur ekonomi global, tetapi juga berada dalam risiko geopolitik yang besar.

Indonesia harus siap menghadapi badai global—apakah kita cukup kuat untuk berdiri di tengah arus konflik dunia?

×
Berita Terbaru Update