Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik setelah munculnya informasi mengenai anggaran sebesar Rp5,7 miliar untuk sewa lisensi Zoom Meetings selama sembilan bulan. Jika dihitung, biaya tersebut mencapai sekitar Rp633 juta per bulan—angka yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan tarif langganan Zoom pada umumnya yang hanya berkisar ratusan ribu rupiah per pengguna.
Berdasarkan keterangan pihak penyedia, anggaran tersebut digunakan untuk mendukung layanan konferensi dan webinar dalam menunjang berbagai kegiatan Badan Gizi Nasional. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa fasilitas ini diperlukan untuk memperkuat koordinasi serta edukasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan tersebut diklaim mampu menampung hingga 5.000 pengguna aktif dan kapasitas maksimal mencapai 50.000 peserta dalam satu sesi pertemuan.
Meski demikian, besarnya anggaran itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan efisiensi penggunaan dana, sementara lainnya menilai kebutuhan skala besar dalam pelaksanaan program nasional memang memerlukan fasilitas dengan kapasitas tinggi serta fitur tambahan yang tidak tersedia pada paket standar.
Perdebatan pun muncul: apakah anggaran sebesar itu benar-benar sebanding dengan kebutuhan dan manfaat dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis?