Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dengan melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes dan desakan terhadap pemerintah terkait transparansi penggunaan anggaran penanganan stunting,
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan tuntutan keterbukaan publik terhadap alokasi serta realisasi anggaran stunting yang dinilai perlu diketahui masyarakat secara jelas dan terbuka.
Asap hitam dari pembakaran ban sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Massa secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran, terutama program yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan masa depan anak-anak.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa masyarakat berhak mengetahui sejauh mana anggaran stunting digunakan serta program apa saja yang telah direalisasikan oleh pemerintah daerah.
“Kami meminta adanya transparansi dan keterbukaan terkait anggaran stunting. Jangan sampai anggaran besar tetapi masyarakat tidak mengetahui realisasi dan dampaknya,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain meminta keterbukaan data anggaran, massa juga mendesak pihak terkait agar melibatkan masyarakat dan unsur independen dalam pengawasan program penanganan stunting di Kabupaten Tasikmalaya.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit tersendat. Setelah menyampaikan tuntutan, perwakilan massa dikabarkan meminta audiensi dengan pihak dinas untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Hingga aksi selesai, situasi tetap berjalan kondusif meski massa terus menyerukan agar pemerintah lebih terbuka dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran publik, khususnya program penanganan stunting.