Upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi bidang ketenagakerjaan yang difokuskan pada penguatan kapasitas pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) di satuan pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
Kegiatan ini menghadirkan para pengelola BKK dari berbagai sekolah dan kampus di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Mereka dibekali pemahaman strategis terkait peran penting BKK sebagai jembatan antara lulusan dengan dunia industri dan dunia usaha.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola BKK yang efektif, strategi penempatan tenaga kerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan ketenagakerjaan. Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun jejaring dengan perusahaan guna memperluas peluang kerja bagi para lulusan.
Pemerintah daerah berharap, melalui penguatan kapasitas ini, BKK mampu bertransformasi menjadi pusat informasi dan penyaluran kerja yang lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja.
“BKK memiliki peran vital dalam menyiapkan lulusan agar tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing. Maka pengelolanya harus dibekali kemampuan yang mumpuni,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja semakin kuat, sehingga lulusan di Kabupaten Tasikmalaya dapat terserap lebih optimal di berbagai sektor industri.