Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

China Kembali Berikan Peringatan Keras kepada Taiwan di Tengah Meningkatnya Ketegangan

Sabtu, 07 Desember 2024 | Sabtu, Desember 07, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-12T21:26:11Z


Beijing kembali mengeluarkan peringatan serius kepada Taiwan, menyusul intensifikasi latihan militer di wilayah pulau yang diklaim sebagai bagian dari kedaulatannya. Dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (6/12/2024), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa upaya Taiwan untuk mengandalkan Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan China hanya akan menemui jalan buntu.

“Mencari kemerdekaan dengan bantuan AS pasti akan menemui jalan buntu, dan menggunakan Taiwan untuk membendung Tiongkok pasti akan gagal,” ujar Lin, seperti dikutip oleh AFP.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Taiwan, Lai Ching-te, melakukan transit di wilayah AS dalam rangka kunjungan kerja ke kawasan Pasifik. Selama kunjungan tersebut, Lai juga melakukan panggilan telepon dengan Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson, yang memicu reaksi keras dari Beijing. Dalam pernyataannya, Lai menegaskan bahwa Taiwan tidak tunduk pada China dan mendesak negara-negara demokrasi untuk bersatu melawan apa yang ia sebut sebagai "otoritarianisme yang berkembang."

Terkait hal ini, Lin Jian mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali memperingatkan Washington agar tidak merusak prinsip “Satu China” yang mengakui Beijing sebagai satu-satunya entitas resmi yang mewakili China.

"China telah mengajukan pernyataan serius kepada Washington dan mendesak AS untuk berhenti mengosongkan dan merusak prinsip Satu China," kata Lin. Ia juga menambahkan bahwa setiap upaya separatis di Taiwan merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

“Kegiatan separatis merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Apa pun yang mereka katakan atau lakukan, mereka tidak dapat mengubah fakta objektif bahwa Taiwan adalah bagian dari China, juga tidak dapat menghentikan tren historis bahwa China pasti akan bersatu kembali,” tambahnya.

Situasi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, dengan AS dan Taiwan di satu sisi, dan China yang berupaya mempertahankan klaim kedaulatannya di sisi lain.

×
Berita Terbaru Update