Kasus dugaan penipuan berkedok program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terkuak dan menimbulkan keresahan. Sedikitnya puluhan pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat dilaporkan menjadi korban setelah tergiur tawaran kerja sama pembangunan dapur MBG yang ternyata berujung kerugian besar.
Para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan mencatut nama lembaga, seperti Koperasi Santri Nusantara (Kopsantara) dan Dapur Santri Nusantara (DSN). Dengan dalih kerja sama pengadaan dapur untuk program MBG, mereka meyakinkan korban untuk menyetorkan sejumlah uang sebagai “investasi awal”.
Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami para korban bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per orang. Uang tersebut diduga digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi, tanpa realisasi proyek yang dijanjikan.
Merasa dirugikan dan dikhianati, para pengasuh ponpes akhirnya mengambil langkah hukum. Mereka melaporkan kasus ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP GP Ansor di Jakarta pada Kamis (30/4/2026), dengan harapan pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya lembaga pendidikan dan keagamaan, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja sama yang mengatasnamakan program pemerintah tanpa kejelasan dan legalitas yang pasti.