Warga masyarakat di Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dengan menggelar aksi protes secara simbolis. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bernada sindiran bertuliskan: “WELCOME TO!! JALAN SERIBU LUBANG – Lubang di jalan tidak seenak lubang berjalan.”
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai lamban dalam menangani kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama aktivitas warga kini dipenuhi lubang di berbagai titik, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan. Selain menghambat mobilitas, kerusakan jalan juga kerap menyebabkan kecelakaan dan kerugian material bagi pengguna jalan.
“Kami sudah sering mengeluhkan, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Makanya kami buat spanduk ini supaya pemerintah lebih peka,” ujar salah satu warga setempat.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan hanya tambal sulam yang dinilai tidak bertahan lama. Mereka juga meminta adanya perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok agar tidak terus tertinggal.
Aksi protes ini pun menjadi sorotan masyarakat luas dan diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kenyamanan warga.