Dugaan mark up anggaran pengadaan cinderamata di lingkungan Setda Kabupaten Tasikmalaya senilai Rp435 juta tengah menjadi sorotan publik. Informasi tersebut ramai diperbincangkan masyarakat setelah munculnya rincian anggaran yang dinilai cukup fantastis untuk pengadaan barang cinderamata.
Sejumlah warga dan pegiat sosial meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka terkait penggunaan anggaran tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.
“Jika memang anggarannya sesuai prosedur dan kebutuhan, tentu harus dijelaskan secara rinci kepada masyarakat,” ujar salah satu warga yang ikut menyoroti persoalan tersebut di media sosial.
Dugaan mark up sendiri hingga kini masih sebatas sorotan dan opini publik yang membutuhkan klarifikasi resmi dari pihak terkait. Masyarakat berharap ada audit maupun penelusuran lebih lanjut agar seluruh proses pengadaan berjalan transparan dan sesuai aturan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Setda Kabupaten Tasikmalaya terkait mencuatnya dugaan tersebut. Namun publik berharap pemerintah segera memberikan penjelasan agar polemik tidak semakin berkembang.