Pengadaan kendaraan operasional BUMP di lingkungan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan publik. Nilai anggaran yang nyaris menyentuh Rp1 miliar memunculkan berbagai pertanyaan terkait urgensi, efektivitas, hingga transparansi penggunaan anggaran daerah.
Berdasarkan data pengadaan pemerintah tahun anggaran 2026, terdapat dua paket pengadaan kendaraan yang diproses melalui metode E-Purchasing E-Katalog. Paket pertama berupa pengadaan mobil pick up BUMP senilai Rp488 juta untuk dua unit kendaraan. Sementara paket kedua berupa pengadaan truk BUMP senilai Rp509 juta untuk satu unit kendaraan.
Total anggaran dari dua paket tersebut mencapai sekitar Rp997 juta. Nilai yang cukup besar itu membuat masyarakat mempertanyakan sejauh mana kebutuhan kendaraan operasional tersebut benar-benar mendesak.
Selain besarnya anggaran, publik juga menyoroti minimnya penjelasan resmi dari pihak dinas. Upaya konfirmasi kepada sejumlah pejabat terkait, termasuk kepala bidang dan kepala dinas, disebut belum membuahkan hasil.
Kondisi tersebut memicu spekulasi di tengah masyarakat. Apalagi kedua paket diketahui diproses oleh penyedia yang sama, sehingga menambah perhatian publik terhadap mekanisme pengadaan dan pengawasannya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah membuka secara transparan dasar perencanaan, kajian kebutuhan, hingga manfaat nyata dari pengadaan kendaraan tersebut agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan.